Two-Dimensional Life of Avina

Life is a matter of balancing patience and gratitude

Ask me anything
11:33 PM
October 20th, 2014

Saya bertekad, kelak, jika ada masalah rumah tangga, semisal masalah kekurangan pasangan, akan diselesaikan di dalam terlebih dahulu. Kekurangan pasanganmu adalah kekurangannya. Tak ada kaitan dengan orang lain. Pun, ada kaitannya, katakanlah kecemburuan terhadap pasangan, tetap saja, saya rasa akan lebih baik jika diselesaikan di dalam dulu.

Tampaknya, keanggunan seorang perempuan akan turun drastis ketika dia menunjukkan kecemburuannya pada orang lain. Apalagi sampai terlihat posesif. Seolah tak percaya akan kesetiaan janji suami pada istrinya.

#refleksi

1:52 AM
October 19th, 2014

alifahsyamsiyah:

*dulu sepertinya udah pernah reblog video ini, tapi entah kenapa pas liat lagi terus merasa terinspirasi dan pengen reblog lagi* :D

yap, setuju banget lah sama penjelasan dari Ust. Nouman Ali Khan ini, bahwa keluarga adalah sumber kekuatan terbesar untuk membangun generasi peradaban. kalau hubungan suami-istri, orang tua-anak nya sudah baik, maka insya Allah baik pula generas-generasi selanjutnya, dan itu pun akan memberikan efek domino yang bagus untuk lingkungan sekitar, lingkungan bermasyarakat yang lebih luas lagi, lingkungan bernegara, dst mengglobal ke seluruh dunia :)

dan qurrota a’yun ini benar-benar kata yang pas untuk mencerminkan dambaan keluarga yang super itu: keluarga bisa menjadi sumber kebahagiaan, ketenangan hati, ketentraman, sarana perlindungan dari badai masalah, dan puncaknya adalah bisa menjadi teladan bagi keluarga-keluarga yang lainnya :)

maka gak salah kalau doa ini jadi doa favoritnya Ust Nouman Ali Khan, yang juga menjadi doa favoritku sekarang ;)

nakindonesia:

Qurrota A’yun - coolness of the eyes

Ceramah Ustadz Nouman kali ini tentang salah satu do’a favorit beliau dalam Qur’an surat QS Al-Furqon:74.

وَالَّذِيۡنَ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَا هَبۡ لَـنَا مِنۡ اَزۡوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعۡيُنٍ وَّاجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِيۡنَ اِمَامًا‏

Our Lord! Bestow on us from our spouses and our offspring who will be the comfort (Literally: the coolness) of our eyes, and make us leaders for the righteous

"Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata (penyenang hati) (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa"".

Kirain, penyejuk mata itu literally bermakna kesejukan mata yang timbul karena keindahan pemandangan. Jadi inget juga kalo ada ikhwan yg menyebut akhwat cantik sebagai qurrota a’yun :D Padahal maknanya jauh dari itu.. Lebih dalam, lebih luas, lebih indah! Gak ada hubungannya dengan kecantikan atau ketampanan. Sesuai dengan janji Allah yang tidak menilai kita dari tampang/fisik melainkan dari ketakwaan, qurrota a’yun juga berkaitan dengan itu. Kita gak bisa milih dilahirkan dengan fisik seperti apa, tapi kita bisa memilih untuk bertakwa. Betapa adilnya :)

Bangsa Arab memiliki 2 ungkapan untuk mengekspresikan 2 kondisi yang bertolak belakang: “the eyes become warm" dan "the eyes become cool”. “The eyes become warm" digunakan untuk mengekspresikan kesedihan, depresi, kemuraman. Sedangkan "the eyes become cool" digunakan untuk menunjukkan kebahagiaan, ketenangan, kesenangan.

Contohnya, ketika di bandara ada seorang ibu yang melepas kepergian anaknya untuk berangkat ke suatu tempat yang jauh. Ibu ini menangis sedih karena akan kehilangan anaknya (meskipun untuk sementara). Untuk ibu ini, kondisinya adalah “Her eyes become warm”. Di tempat yang sama, ada ibu yang menyambut kepulangan anaknya dari tempat yang jauh. Ia menangis bahagia karena setelah sekian lama berpisah, akhirnya bisa bertemu kembali. Untuk ibu yang satu ini, ungkapan yang pas adalah “Her eyes become cool”. Nah, ungkapan kedua inilah yang menjadi makna dari qurrota a’yun, to express tears of joy, mengekspresikan air mata kebahagian.

Makna lainnya, dilatari dengan cerita dari Arab, di mana orang-orang Arab itu kan suka bepergian di padang pasir. Selama bepergian, gak jarang mereka diserbu badai pasir. Kendaraan yang mereka gunakan saat itu (unta) kan punya bulu mata yang tebal dan bisa melindungi matanya dari pasir meskipun ga menutup mata. Tapi bagi si pengendara yang gak punya keistimewaaan itu, harus berhenti dulu dan berlindung di gua. Saat berlindung di gua dan selamat dari badai itulah dia mengatakan,  “my eyes have finally become cool, qurrata ‘ainayya”.

Jadi dari do’a dalam QS Al-Furqon:74 ini kita diajari untuk berdo’a, agar menemukan qurrota a’yun di dalam keluarga kita, di dalam diri pasangan dan anak2 –yang dimaksud dengan keturunan di sini bukan hanya keturunan langsung (anak), tapi juga keturunan yang seterusnya (cucu, cicit, dll)–. Harusnya ada ketenangan (sakinah), kebahagiaan, dan kedamaian yang bisa kita temukan dalam keluarga.

Dari manakah ketenangan itu berasal? Apakah dari kecantikan/ketampanan, kekayaan, ketenaran? Tidak! Ketenangan itu lahir dari ketakwaan. Ada suami/istri yang patuh pada Allah, anak2 yang rajin beribadah, hubungan antar anggota keluarga yang baik dan harmonis, anggota keluarga yang sholih dan baik2. Semuanya terjadi karena menuruti aturan Allah. Keluarga di rumah seharusnya menjadi tempat pulang yang menyenangkan dan menenangkan setelah seharian bekerja atau menghadapi ‘badai’ di luar rumah.

Satu poin penting lagi, kenapa kita harus berdo’a supaya keturunan kita jadi qurrota a’yun, jadi orang yang membuat kita tentram tenang dan bahagia karena kesolehannya, adalah karena kita juga bertanggung jawab untuk membuat itu terjadi. Kalo kitanya ngaco, nantinya mendidik anak dengan ngaco, anak kita mendidik anaknya lebih ngaco lagi, kitalah yang nanti akan ditanya, ini kenapa anak2 dan cucu2 kamu jadi pada ngaco begini? 

Masya Allah.. Islam mengajarkan kita untuk menghargai sebuah institusi bernama keluarga. Sebuah institusi di mana pribadi Muslim yang baik mulai dibentuk untuk kemudian meluaskan kebaikan yang didapatnya di rumah kepada masyarakat. Dari keluarga2 yang baik, insya Allah akan terbangun masyarakat dan negara yang baik.

Terakhir… tau gak lanjutan ayat ini di QS Al-Furqon apa?

أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا 

"Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya" (QS Al-Furqon:75)

Allah Maha Baik :)

-HS-

1:31 PM
October 17th, 2014
islamic-quotes:

You are the best of the nations raised up for (the benefit of) men; you enjoin what is right and forbid the wrong and believe in Allah; and if the followers of the Book had believed it would have been better for them; of them (some) are believers and most of them are transgressors.
Surah Imran | Verse 110


islamic-quotes:

You are the best of the nations raised up for (the benefit of) men; you enjoin what is right and forbid the wrong and believe in Allah; and if the followers of the Book had believed it would have been better for them; of them (some) are believers and most of them are transgressors.

Surah Imran | Verse 110

(Source: lionofallah, via indrikhairatip)

10:16 AM
October 17th, 2014

Menunggu ada kalanya terasa
mengasyikkan
Banyak waktu kita miliki untuk berfikir
Sendiri seringkali sangat kita perlukan
meneropong masa silam yang telah terlewat

Mungkin ada apa yang kita cari
masih tersembunyi di lipatan waktu yang tertinggal
Mungkin ada apa yang kita kejar
justru tak terjamah saat kita melintas

Menunggu lebih terasa beban yang
membosankan
Banyak waktu kita terbuang tergilas cuaca
Sendiri seringkali sangat menyakitkan
Meneropong masa depan dari sisi yang gelap

Mungkin ada apa yang kita takuti
justru t’lah menghadang di lembaran hari-hari nanti
Mungkin ada apa yang kita benci
justru t’lah menerkam menembusi seluruh jiwa kita

Mungkin ada apa yang kita takuti
justru t’lah menghadang di lembaran hari-hari nanti
Mungkin ada apa yang kita benci
justru t’lah menerkam menembusi s’luruh jiwa kita

Memang seharusnya kita tak membuang semangat masa silam
Bermain dalam dada
setelah usai mengantar kita tertatih-tatih sampai di sini


Bagus yaa liriknya. Saya suka banget Ebiet. Lirik-liriknya itu tajam dan filosofis banget. Ebiet itu sering menyampaikan pesan sosial, kemanusian, dan bahkan tentang Nabi Muhammad lewat lirik lagunya. Terima kasih Bapak, sudah membesarkan saya dengan Ebiet. *semacam mengingat-ingat masa dimana Bapak ngebangunin saya solat subuh sambil nyetel lagu Ebiet. :))

Dan barangkali pula, saya jadi suka filsafat juga karena dicekokin Bapak sama lagu-lagu Ebiet. Kadang, kalau pas lagi nyantai-nyantai kaya di pantai, Bapak suka cerita ‘tafsir’ lagu Ebiet. Duh, asli. Seru banget lagunya. #jadikangenbapak

Bagi penikmat filsafat dan sastra kelas tiarap macam saya benar-benar terfasilitasi lewat lagu-lagu Ebiet. Apa ya, Ebiet itu bener-bener memudahkan saya menangkap hikmah kehidupan. Hehe. :))

4:29 AM
October 17th, 2014
The first lesson of economics is scarcity: there is never enough of anything to satisfy all those who want it. The first lesson of politics is to disregard the first lesson of economics.
Thomas Sowell, US economist (via muhammadakhyar)

Haha! :D

8:22 PM
October 16th, 2014
“Terbentur, terbentur,terbentur….lalu terbentur lagi hingga akhirnya terbentuk!” 

– Tan Malaka


“Terbentur, terbentur,terbentur….lalu terbentur lagi hingga akhirnya terbentuk!”

– Tan Malaka

1:50 PM
October 16th, 2014

Kak Ecky eckyagassi (Kecky) nikah! :D
Kalo Kak Nela bilang, “Ecky itu unspeakable soulmate gw.” Bagi saya, Kecky itu kakak beda ibu bapak. Hahahaha. Ngerasain banget punya sahabat beda universitas, yang kalo lagi ngobrol, ngga berasa ngobrol sama anak IPB. Rasa UI nya kental banget :D

Kita paling suka ngobrol politik! *salam kelingking dulu sama Neti yang selalu sabar mendengarkan saya sama Kecky ngobrol tentang topik yang satu ini. Mulai dari politik kampus, politik nasional, sampe politik yang lain-lain. *proporsi ngobrolin politik lain-lain jauh lebih besar. Hahahaha :D


Bahagiaaaa banget lah Kecky nikah. Saya jadi ngerasain bahagianya punya Abang yang nikah. Haha. Makasih ya Kecky udah jadi Abang yang baik (yang bisa dibully sama Anin dan Neti) :D

Selamat menempuh hidup baru ya Kecky-Dini. Semoga Allah karuniakan sakinah dalam keluarga baru Kecky-Dini! :D


#edisi-pager-ayu-pake-banget :p

11:30 AM
October 16th, 2014
Ada empat macam manusia. Pertama, orang yang tahu dan tahu bahwa dia tahu. Orang seperti ini disebut alim (berpengetahuan), maka ikutilah. Kedua, orang yang tahu dan tidak tahu bahwa dia tahu. Orang seperti ini sedang tidur, maka bangunkanlah. Ketiga, orang yang tidak tahu dan tahu bahwa dia tidak tahu. Orang seperti ini adalah orang yang minta petunjuk, maka tunjukilah. Keempat, orang yang tidak tahu dan tidak tahu bahwa dia tidak tahu. Orang seperti ini disebut bodoh, maka cegahlah.
Al-Khalil bin Ahmad (via kuntawiaji)
11:29 AM
October 16th, 2014
muhammadakhyar:

abbydraws:

a cozy art for a stormy weather.


asyik…

Banget. Have you found your sweetest place to escape when it’s raining outside? :D


muhammadakhyar:

abbydraws:

a cozy art for a stormy weather.

asyik…

Banget. Have you found your sweetest place to escape when it’s raining outside? :D

1:08 AM
October 16th, 2014
shellydeanggra:

Dear Avina & Anya 😊

Tulisannya Shelly rapi bangeeet (dari dulu). Beda banget sama tulisan temen sebangkunyaaa  T.T XD


shellydeanggra:

Dear Avina & Anya 😊

Tulisannya Shelly rapi bangeeet (dari dulu). Beda banget sama tulisan temen sebangkunyaaa T.T XD